Seringkali. Bahkan berkali-kali saya mendengarkan suara indah sang muadzin. Namun kali ini, di Rest Area KM. 57 Karawang ini, hati saya kembali tergugah oleh sentuhan suara adzan di masjid At-Taubah. Suaranya lantang, namun penuh penghayatan. Mendayu namun penuh penjiwaan. Ingin rasanya seruan adzan terus berulang mengakhiri ramadhan yang mulai beranjak. Di Rest Area KM. 57 Karawang ini, saya kembali mendengar sentuhan ruhani yang hampir menyerupai adzan-adzan di tanah suci. Gegap gempita pemudik yang hilir mudik melangkah ke sebuah masjid yang mirip istana-istana di Maroko. Guratan wajah mereka mengisahkan kesedihan yang merana bak ditinggal sang primadona. Ramadhan telah berakhir, ramadhan akan segera meninggalkan kita, tak ada lagi suara-suara dari sarau atau masjid yang terdengar membangunkan tidur kala sahur tiba, tak adalagi penantian beduk Maghrib menjelang buka puasa. Semuanya akan berakhir terganti oleh hari kemenangan.
Senyumku, tangisku, kegembiraan menghirup udara suci kini harus menjadi tangisan yang meledak. Khawatir tidak bisa menikmati kembali keindahan Ramadhan, khawatir tidak mendapatkan keberkahan nafas saat ramadhan usai. Tangis pun menjadi harapan yang terucap kelu, berharap semoga Allah SWT masih memberikan kesempatan di tahun depan. Pemudik yang melakukan sholat subuh di Rest Area KM. 57 pun dihinggapi perasaan sedih kala ditinggalkan bulan yang penuh kesucian. Bukan hanya mereka yg mudik, team di posko “Gotcha†terlihat berkaca-kaca sambil menikmati sahur terakhir. Akankah saya dan Anda semua dapat kembali menikmati keindahan Ramadhan.
Tak dipungkiri, setelah berjuang selama satu bulan, terdapat buncahan hati yang menyeruak menggapai takbir yang membahana di jagad raya. Saling memaafkan menjadi tema yang paling populer dibicarakan, melebur jiwa angkuh menjadi putih tanpa noda. Menumpas nista, melenyapkan dusta guna menggapai Ridha Allah Ta’ala.
Sahur terakhir ini menjadikan moment yang paling berharga bagi siapapun yang masih berharap ramadhan akan kembali menyapa jelang kematian jasad. Berharap memperbaiki kualitas diri menjadi muslim sejati. Di sahur terakhir ini, Cordova Gotcha Team mengucapkan permohonan maaf atas segala ke-alfaan. Semoga hari esok menjadi momentum penyucian jiwa yang penuh dusta. Yaa Rabb




