Eksekutif Muda Mapan Surga

Kata orang, usia 40 adalah awal dari seseorang menjadi manusia yang mapan. Jika kharakternya terbentuk dengan baik, maka dipastikan ia akan terus lurus dalam kemapanan budi luhur. Sebaliknya, jika ternyata yang dibangun adalah akhlak yang kurang baik, konon setelah menembus usia berkepala empat, ia akan menuai kebimbangan dalam prinsip hidup. Langkahnya akan selalu berhadapan dengan ketidakpastian, diyakini pula ia akan menemukan jalan yang tak menentu dalam mengakhiri tujuannya,terlalu sulit untuk mengontrol diri. Dalam potret kehidupan saat kini, dua kharakter tersebut sering kita temukan. Terlebih di kota-kota besar laiknya Jakarta, kilauan kota megapolitan akan menjadi struktur rusuk jiwa yang di bentuk. Pun demikian, tak sedikit eksekutif muda yang berjiwa kokoh dalam menentukan arus hidup menghadapi masa yang dijanjikan, yakni kematian. Cordova menemukan sosok yang menjadi bagian dari komunitas para eksekutif muda mapan surga. Ia sosok yang tak pernah merasa rugi dalam menukarkan hartanya demi menghadap Rabb-Nya. Ia juga sosok yang memiliki rumus hidup “Pokoknya”, pokoknya bisa menjalankan ibadah tanpa berpikir banyak mengenai perihal duniawi.

Apresiasi yang diberikan padanya dengan predikat “Eksekutif Muda Mapan Surga”, memang tak berlebihan. Guna melaksanakan ibadah haji tahun 2009 dengan program LE 11, tak menjadi kendala sedikitpun untuk menyegerakan kesiapannya tuk bergabung bersama Cordova. Kendati belum mempelajari brosur perjalanan haji secara detail, tetapi hati dan jiwanya sudah terpaut oleh lautan cinta pada Sang Pencipta. Raga dan hatinya pula telah terikat oleh kecintaannya pada Cordova tuk bersama menggapai surga-Nya. Niatan yang tentu melalui “kawalan suci” tuk menjadi tamu Allah memberikan spirit yang luar biasa bagi komunitas muda yang mendamba surga. Ia mampu dan pasti bisa menciptakan sinar yang memancar pada relung jiwa eksekutif muda lainnya, tentunya bukan hanya dalam lingkungan perusahaan Indosat, tempat ia bekerja saja, tetapi di komunitas lainnya pun ia akan memberikan spirit dalam menselaraskan kehidupan duniawi dan ukhrawi, semisal ibadah haji. Ia juga (dengan keihklasannya) akan mampu memberikan nafas baru pada perusahannya, menjadi person yang membawa kebaikan massif pada lingkungannya. Subhanallah…

Benar-benar Cordova saat ini sedang terhenyak oleh kesigapan dan keikhlasan seorang eksekutif muda ini yang membayar segala niat berangkat haji tahun 2009 nanti dengan pelunasan administrasi dari awal. Sungguh, jika bukan atas “Bimbingan” Allah SWT., insan mana yang mampu memiliki niatan suci ini. Seraya mengharap ridla Allah, izinkan kami dibulan suci ini, tuk memberi untaian do’a semoga “Mr. Mapan Surga” ini diberikan keberkahan hidup dunia akherat. Serta menjadi tauladan bagi eksekutif muda lainnya.

Akhirnya, jelas sudah yang dipaparkan Rasulullah SAW berabad silam, bahwa umat pilihan akan datang suatu saat nanti, ketika aku tak bersamanya, tetapi mereka tetap istiqomah menjalankan perintah Allah dan sunnah rasulnya. Semoga saja, komunitas-komunitas “Mr. Mapan surga” ini menjadi bagian dari umat pilihan. Yaa rabb..


Kategori


Komentari artikel ini: