Meretas Konsep Kerja Yahudi

Sebuah Otokritik Seorang Pegawai

Anda bangga dengan tempat Anda bekerja (?) Jika iya, berarti Anda telah menghargai hidup Anda. Karena darah yang mengalir melalui sendi-sendi kehidupan Anda telah memberikan kekuatan tuk bernafas. Darimana darah itu berasal, yah tentu hasil dari apa yang Anda konsumsi. Secara siklus peredaran meterial, ujung-ujungnya darah itu berasal dari keringat yang Anda keluarkan saat bekerja (itu pun jika sampai peluh yang keluar). Begitupun dengan saya dan keluarga, wasilah rizki dan nikmat yang terasa berasal dari tempat dimana saya berbangga diri. Tentu kebanggaan ini harus kering dari rasa takabur, saya hanya bangga menjadi bagian kecil dari lokomotif perubahan. Inovasi yang sangat-sangat terasa dalam dunia kerja saya adalah meretas dan meleburkan konsep-konsep kerja ala Yahudi. Semuanya dinilai dan dirasa oleh semangat kebersamaan. Segalanya dipertimbangkan melalui asas kekeluargaan. Jika tidak, kami yakin akan terjadi eksodus pemikiran yahudi yang melumat kebersamaan kami. Dengan sistem islami yang berdasar jiwa saling sayang dan mengerti, saya dapat ”menghidupi” minimal dua nyawa sekaligus.

Awalnya saya benar-benar tidak mengerti, mengapa perusahaan ini tidak memiliki kontrak kerja yang jelas hitam putihnya. Saya sebagai pegawai, dan direksi menggaji saya. Begitu seterusnya. Ternyata sangat fantastis, apa yang dicanangkan oleh kantor saya, benar-benar on the track dengan yang diajarkan Rasulullah SAW. Meski tidak ada ”tetek bengek” perjanjian kontrak mirip perusahaan-perusahaan lainnya, kesejahteraan saya dan keluarga sangat terjamin. Fasilitas yang diberikan lebih dari cukup, walau sejujurnya kinerja masih jauh dengan apa yang dikeluarkan oleh kantor.

Datang dan perhatikan kami di kantor jika Anda tidak percaya dengan keharmonisan kami mendulang semangat kebersamaan. Wajar atau bahkan sepatutnya, jika saya dan teman sekantor lainnya, sangat menjaga, membela, membangun dan rela melakukan apa saja demi perusahaan kami yang memiliki perhatian besar terhadap dunia Islam. Oleh karenanya, lucu jika ada sebagian kami yang meninggalkan kantor ini tanpa jelas. Bukan hanya telah mencipta ”kehidupan”, jiwa dan ide perusahaan pun telah membentuk diri menjadi ”manusia” yang sesungguhnya.

Saya berpikir untuk mencoba mengkritisi diri (otokritik) terhadap semua yang terjadi. Terlebih di bulan suci ini, berhenti sejenak, merenungkan segala sesuatu yang telah dan akan terjadi adalah hal yang sangat berguna. Saya dan Anda mesti bangga dengan tempat Anda bekerja. Karena darisanalah saya dan Anda ”Hidup”.


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: