Setiap muslim akan meyakini dan membenarkan bahwa ibadah haji adalah komponen penting dalam merangkai bangunan tauhid dalam kehidupan beragama. Nafas perjuangan dalam merekat pundi kesahihan haji tentu menjadi sangat urgen bagi tamu Allah SWT. Merasa rugi jika kesempatan besar sebagai calon “Penghuni Surga†diabaikan, maka jelas pembelajaran menuju pertualangan spiritual haji sangat dibutuhkan sedini mungkin. Karena gejolak nafsu yang terasa di medan haji begitu komplek, dan tidak cukup hanya mendengarkan teori serta mengantri belaka di Pondok Gede sebagai miniatur praktis perjalanan haji.
Mengingat pentingnya sebuah manasik, maka tidak ada satu alasan pun bagi setiap calon haji untuk tidak mengikuti rentetan manasik haji sesungguhnya. Pun sebaliknya, semua komponen penyelenggara diuji dalam keseriusan menangani praktik pra haji yang baik dan benar. Karena dari sinilah sesungguhnya muara perjalanan haji teragendakan. Akan dibawa kemana predikat “Surga†yang didekap pasca haji. Akankah mengalir kembali bersama genangan bah dosa (?), atau malah menjadi bendungan dosa hingga kafan membalutnya (?).
Merasakan bagaimana para hujaaj saat di tanah suci, dan tiba kembali di tanah air pasca haji. Nampaknya, tidak salah jika sistem manasik haji yang telah berlaku untuk segera ditinjau ulang. Tanpa mengajari berenang pada ikan dan terbang pada burung, mungkinkah ada yang salah dalam etape perencanaan kalbu saat raga maupun jiwa telah terpatri tuk melaksanakan ibadah haji. Lebih dikhawatirkan lagi jika ada yang salah dalam proses pelaksanaan manasik haji kita. Praktek dan teori saja tidak cukup diberikan, namun suntikan gairah dalam menyelami spritual haji pun harus dikondisikan jauh-jauh hari.
Dengan tanpa membusungkan dada, setelah melakukan inovasi dalam bermanasik tahun lalu (Baca; Pergelaran Cinta From Cordova /Edisi Agustus 2007). Kini atas iradah dan inayah Allah SWT. Cordova mencoba kembali menciptakan iklim progressif bagi kelancaran dan kenyamanan jemaah smartHAJJ 1429 H. Inovasi yang kini di usung oleh Cordova dalam melaksanakan manasik haji, bukan lagi “memindahkan†suasana tanah suci ke tanah air, namun memberikan fasilitas smartHAJJ untuk melaksanakan manasik haji langsung ditanah suci. Gerakan ini tentu bukan tidak ada alasan, semua itu terlahir dari pesan Nabi SAW. Untuk menjadikan waktu lebih dinamis dan bermakna. Hari ini harus lebih baik dari hari yang telah lampau. Terobosan dan inovasi adalah sebuah keniscayaan hidup agar lebih bermakna.
Hanya kepada Rabb lah kami bermunajat, agar semua program “The Real Manasik, In The Real Place†dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan ibadah haji, menggapai kemabruran haji. Yaa Rabb



