Memory Of Armina

Boleh saja sebagian orang melupakan kenangan indah saat jiwanya terpaut oleh keagungan cinta. Tapi tidak dengan kenangan kami di Armina. Goresan tanah dan debu Armina terlalu banyak menempel dalam jidad dan hati kami. Pucuk cinta terlalu banyak mengharumkan bau semerbak dalam perjalanan haji kami kemarin. Air dari peluh dan mata kami terlalu banyak pula tumpah di bumi suci Armina. Tenda-tenda moncong putih itu telah memberikan arti kebersamaan kami sebagai tamu-tamu Allah. Bercengkrama dengan aura kesucian hawa ilahiyah, berbaur bersama goresan debu nan suci.

Suara talbiyyah tak pernah henti menancapkan hati menuju cinta ilahi. Tak ada rafast, terlebih jidal sesama kita. Ketulusan dan kepasrahan hujaaj kian meleburkan kepongahan Sang iblis durjana. Ditengah padang yang panas, dengan tenda serba terbatas, kita adukan semua permohonan dan permintaan pada Sang Maha Kuasa. Disana jua kita mengadakan “Bai’at Pengakuan”, mengaku bahwa kita adalah sumber dari kesalahan dan kealfaan. Mengaku bahwa kita hamba dlaif, yang tak mampu berbuat apa-apa tanpa karunia dari Sang Khaliq. Mengaku bahwa Allah-lah Dzat Maha Esa, tiada Ilah selain Dia. Arafah telah mengenalkan kami pada titik penyesalan akan dosa yang biasa dilakukan. Arafah jua telah memberikan arti bagi kesamaan manusia disisi-Nya.

Di Mina kami bersama hidup dalam kenikmatan yang haqiqi. Yah sebuah nikmat yang jarang atau mungkin nyaris tak pernah terjadi di tanah air. Bagaimana nikmatnya mengendalikan emosi kala mengantri tuk buang hajat serta makan sekalipun. Bagaimana juga pulasnya tidur diantara kasur-kasur tipis yang menumpuk oleh jemaah lainnya. Semuanya tak kan pernah terlupakan saat Allah menyatukan cinta kami di bumi suci itu. Dan semuanya mengingatkan kami bahwa sesungguhnya We Are Nothing… Dihadapan Allah SWT.


Kategori

Tag

2 KOMENTAR untuk artikel ini:

  • TeguhCairo berkomentar:

    Wa’alaikumsalam Ibu Hj. Hezti, Amin Yaa Rabb. Insya Allah para malaikat pun akan meng-amini doa-doa tulus ibu. Terimakasih juga atas doanya buat Cordova. Semoga Ibu sekeluarga selalu diberikan kelancaran dalam setiap gerak langkahnya. Amin



  • hezti Wibowo berkomentar:

    Assalammu’alaikum Wr.Wb

    Alhamdulillah, Alhamdulillah, ALhamdulillah. Hanya kepada Allah saja segala puji syukur kita sampaikan. Karena atas karuniaNYA, kita masih diberikan nikmat umur untuk memasuki Tahun yang baru 1429 Hijriyah. Semoga Allah SWT Yang Maha Pengasih dari segala yang Pengasih serta Maha Memiliki segala sesuatu, senantiasa melimpahkan nikmat iman Islam kepada kita, nikmat sehat dan umur yang barokah, nikmat ibadah dalam kondisi tenang dan tenteram, nikmat silaturahim dan berbagi dengan sesama yang kurang beruntung, nikmat bekerja keras dan belajar mencari ilmu yang manfaat, nikmat memiliki keluarga yang sakinah warahmah, nikmat sabar dalam menghadapi segala kesulitan dan nikmat syukur saat menerima kebahagiaan, nikmat taubat mengakui segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan di tahun-tahun lalu dan memberi kita hikmah melalui Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW untuk memperbaiki segala kesalahan dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya. Semoga segala do’a dan harapan diijabah karena Allah mencintai kita bukan karena tidak mau lagi mendengar suara kita, dan kalaupun belum diijabah semoga bukan karena Allah membenci kita melainkan karena rindu mendengarkan suara kita merintih memohon padaNYA. Semoga kita dapat selalu menjaga hati untuk selalu berprasangka baik pada ALLAH dan pada setiap kejadian yang ada serta Semoga kita dapat selalu bersyukur agar nikmat-nikmat itu ALLAH tambahkan. Amin YRA
    Kepada seluruh Pembaca dan Alumni Haji 1428 H Selamat memasuki Tahun 1429 Hijriyah dengan semangat Tauhid yang tinggi dan semangat Jihad menghadapi hidup yang tinggi dengan menjadi yang paling bermanfaat bagi yang lain. Semoga Cordova dapat menjadi media silaturahim yang langgeng bagi kita semua. Amin YRA. Wassalam



Komentari artikel ini: