Tawaf di Masjid Al-Haram siang itu, semoga bukan Tawaf terakhirku di Baitullah. Karena memang Masjid kebanggaan umat Islam di dunia ini adalah tempat muasal filosofi kehidupan dimulai. Perputaran kehidupan diatas hamparan bumi ini tentu terporos pada suatu perputaran. Manusia terus berputar memutari poros kehidupan. Ka’bah diputari jutaan manusia laiknya malaikat berputar di Bait Ma’mur sana. Setelah smartHAJJ Cordova 1428 H. Meninggalkan tanah suci, siangnya saya melakukan ritual ta’abudi akhir dengan tawaf wada. Tawaf yang membuat mata ini harus meneteskan airmata, tawaf yang mengharuskan raga ini meninggalkan Masjid Al-Haram setelah melakukannya. Entah kapan Allah memanggilku tuk kembali berputar di ranah Ibrahim AS ini.
Kenikmatan beribadah di tanah suci, memang bukan hanya isapan jempol belaka. Tempat dimana kita sholat saling berhadapan ini mampu menentramkan batin dan kerakusan duniawi semata. Tiada yang beda, semuanya sama. Saling merengkuh syahdu kala memutari ka’bah, mengikuti jejak risalah para nabi, tanpa pengingkaran satu bait kata pun.
Selamat tinggal Makkah,†sepotong kata yang membatin dalam diriku usai melakukan tawaf wada. Berkat wasilah dari kenikmatan Cordova, saya kembali mengabdi guna memberikan pelayanan yang terbaik untuk jemaah Cordova tahun ini. Melayani tamu-tamu Allah bukan hanya milik raja Arab, saya bersama team Muthawif Cordova pun sekuat tenaga ingin memberikan yang terbaik bagi kenyamanan ibadah mereka. Meski sesungguhnya, pasti ada saja hal-hal yang membuat “gading†retak, yang insya Allah tentunya menjadi prospek pembenahan di tahun yang akan datang.
Berbeda dengan muthawif Cordova yang menetap di Makkah dan Madinah, saya melambaikan tangan sekaligus pamit pada smartHAJJ Cordova hanya disamping bus yang akan bertolak menuju Jeddah, gerbang terakhir meninggalkan tanah suci. Meski pertemuan kami hanya berselang beberapa hari, namun tautan jiwa telah merangkai hati tuk menggenggam erat silaturahmi dengan jemaah Cordova. Canda, tawa, dibalut suasana suka maupun duka harus diakhiri pelukan perpisahan dengan para Haji “Cordovaâ€. Allah SWT. benar-benar telah merangkai cinta-Nya dengan mengikatkan batin antara muthawif dan jemaah. Saling memaafkan satu sama lain membuat para Malaikat terus berputar dirongga jiwa kita beberapa hari ini.
Akhirnya, Alhamdulillah semua jemaah telah berada di tanah air dengan selamat. Tentunya dengan gelar haji yang langsung dipatrikan Allah SWT. bukan oleh manusia semata. Sebab perjuangan hidup mengemban haji Mabrur jauh lebih sulit pasca kedatangan kita dari tanah suci. Semoga kita selalu diberikan perlindungan oleh-Nya. Amien




