Hidup Adalah Sebuah Pilihan (3)

Alone Is Dangerous

Dari kecil saya sudah terbiasa melihat air hujan yang turun dari langit. Kadang senang, khawatir, tapi tak jarang perasaan takut menggelayut kala hujan lebat datang. Orang-orang berlari kesana-kemari menghindari air langit itu, sesekali terlihat yang menutupi telinga jika petir datang. Saya jadi penasaran, bagaimana jadinya jika air hujan itu datangnya satu-persatu (tidak keroyokan), mungkin orang-orang tidak akan menutupi kepalanya dengan payung. Atau mungkin juga air hujan itu tidak berarti apa-apa. Ternyata hujan bisa menjadi simbol kebersamaan yang abadi dan guru bagi mereka yang senang dengan kebaikan kolektif.

Saya pernah denger dari kyai kampung, bahwa Islam dibangun dengan semangat kebersamaan. Bagaimana tidak, lanjut sang kyai, hampir keseluruhan dari konsep ibadah Arkanil Islam (rukun islam) memiliki muatan kolektif bagi kebaikan umat. Tidak tanggung-tanggung, Allah SWT mewajibkan setiap insan untuk bersatu dan menghindari perpecahan/jalan sendiri-sendiri (QS. 3:103). Laiknya nasehat sang pengembala, jangan pernah membiarkan seekor kambing keluar dari konvoi-an kelompok, jika terjadi, tunggulah bahaya kan menghadang.

Banyak contoh yang dirasakan oleh kita about urgennya kebersamaan. Lihat saja pada aspek ibadah sholat wajib, bukankah lebih baik sholat berjemaah daripada sholat menyendiri (?). Lalu bukankah Baginda Rasul juga pernah bersabda bahwa kekuatan Dzolim yang tersusun rapi (sistematis/kompak) akan mengalahkan kekuatan positif yang bercerai berai. Masih banyak fenomena together vs alone yang terekam detail di alam ini. Beruntung saya memiliki guru yang memiliki spirit together untuk membangun Islam. Ingin melihatkan bahwa Islam is The Best Religion, bahwa Islam tidak kuno, bahwa Islam mengedepankan aspek kebersamaan. Laiknya Muhammad Abduh, Sang pemecah kebuntuan berpikir kala renainsence berkecamuk pula di Eropa sana.

Dalam segi moral kebersamaan, guru saya banyak mengajarkan konsep “Syuro” atau musyawarah sebelum menentukan sebuah keputusan. Baginya, kebersamaan adalah segalanya. Ia juga mengajarkan kami bahwa mengambil keputusan sendiri dalam sebuah proyek, kalaupun sukses, result dari keringatnya sarat menimbulkan rasa bangga dan takabur. Dari segi penguasaan materi sendirian pun dampaknya kurang baik, ia cenderung akan memonopoli dan kerakusanlah yang akan menggoyang pikirannya. Konsep yang ditelurkan guru saya benar-benar on the track dengan pesan Rasul untuk selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan di suatu kelompok. Sehingga terhindar dari jebakan rumus AGM (Asal Gue Mau) yang menjiplak watak Fir’aun.

Hujan dan guru saya itu, telah memberikan pelajaran hidup yang sangat berarti. Kapanpun dan dimanapun konsep berjamaah menjadi harga mati bagi kesinambungan sebuah hidup. Coz manusia hakikatnya adalah makhluk sosial. So, Remember! Alone is Dangerous…


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: