Once More About Green Passport

Departemen Agama (Ditjen Umrah dan Haji) dan Departemen Kehakiman dan HAM (Ditjen Imigrasi) telah membetuk tim untuk mengkaji pelaksanaan pembuatan paspor hijau (international) untuk jemaah haji Indonesia tahun ini. “Tujuan tim ini untuk menyelaraskan dengan aturan yang ada sehinga tidak ada yang dilanggar,” kata Drs. H. Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Umrah dan Haji Departemen Agama RI hari Kamis, 2 Juli kemarin. Seperti diketahui, sejak Selasa, 30 Juni lalu, sudah diputuskan Departemen Agama dan DPR tentang penggunaan paspor hijau seperti yang diminta Pemerintah Arab Saudi. Pihak Departemen Agama telah beberapa kali mengajukan surat dispensasi kepada pemerintrah Arab Saudi untuk menggunakan paspor coklat khusus haji tahun ini. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan DPR dn Pemerintah pada 3 Juni lalu diakhirnya diputuskan mempergunakan paspor hijau. >>

Perjuangan Masih Panjang ‘Jendral’!

Makkah Al-Mukarramah pada awal Rasul SAW menghirup udara, adalah sebuah lembah yang penuh dengan nista. Ruas waktu yang berjalan sangat lamban dan seolah gersang akan seorang ‘Oase’ yang memberikan warna hidup umat manusia kala itu. ketika Muhammad bin Abdullah secara “resmi” mendapat titah dari Dzat Maha Kuasa untuk menjadi seorang khalifah, Nabi sekaligus Rasul Allah SWT. beliau seolah mendapatkan sesuatu yang sangat menakutkan. Sehingga mengalami demam yang sangat, “Selimuti aku, selimuti aku”, sabdanya pada istri tercinta, Siti Khadijah. Pun ketika Beliau mulai menampakkan keeksisan-nya sebagai Rasulullah, berdakwah secara sembunyi dan terang, bumi Mekkah turut mengeja duka yang dirasa Rasul atas kebengisan kaum Quraisy. Seperti hari itu, ketika Rasul sedang sholat di sekitar Ka’bah. Sementara Abu Jahal bersama kawan-kawannya memandangi beliau. Mereka saling berseloroh, “Siapa yang berani mengambil kotoran unta, dan menimbunnya ke atas pundak Muhammad ketika sujud?”, lalu pergilah seorang dari merekamengambil kotoran unta, dan menimbunkan pada punggung Rasul ketika sujud. Mereka hanya menyaksikan dan tertawa terpingkal-pingkal. >>

Menag: Jemaah Haji Gunakan Paspor Hijau

Calon jemaah haji Indonesia, termasuk dari berbagai negara lainnya di dunia, mulai musim haji 1430/2009, akan menggunakan paspor internasional atau yang lazim disebut paspor hijau. “Kita tetap mengindahkan ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Sebagai tamu yang baik, kita harus patuh,” kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, di Jakarta, Rabu petang. Bukan hanya soal paspor, juga penggunaan vaksin meningitis bagi calon jemaah haji Indonesia akan mengindahkan ketentuan yang ditetapkan pemerinah Arab Saudi, kata Maftuh. Soal vaksin ini, kata dia, memang ada perbedaan pandangan antara Depkes dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun Depag akan tetap melaksanakan ketentuan yang berlaku selama ini, yaitu tetap menggunakan vaksin buatan Belgia. “Jadi, calon jemaah haji Indonesia tetap akan disuntik menggunakan vaksin buatan negara itu,” ia menjelaskan. >>

Michael Jackson dan Islam

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga ia mengubah keadaanya sendiri. Itulah yang dialami penyanyi legendaris US, Michael jackson atau yang kerap dipanggil Jacko. Tiga tahun lamanya Jacko mencari jati dirinya sebelum memutuskan memeluk Islam dengan melewati berbagai macam perjalanan hati dan didera berbagai masalah. Pada 2008 di rumah karibnya di Los Angeles, Jacko mengucapkan dua kalimat syahadat. Kapan persisinya Jacko memeluk Islam tak banyak yang tahu, namun sudah sejak 2003 Jacko tergabung dengan Nation of Islam, sebuah peregerakan Muslim kulit hitam di AS yang dibesarkan Malcolm X. Beralihnya Michael Jackson memeluk Islam tak terjadi dengan tiba-tiba. Pertemuannya dengan penulis lagu asal Kanada, David Wharnsby dan produser, Philip Bubal, menjadi sejarah perjalanan hati sang legenda hidup. Saat itu David Wharnsby dan Philip Bubal mendekatinya ketika Jacko terbentur masalah hukum dan ketahanan dirinya mulai goyah. >>

300 Jemaah Umroh Dievakuasi

Kebakaran besar terjadi di Hotel Nesmat Mekah hari Rabu, 30 Juni sore waktu Ashar kemarin. Kebakaran yang hampir menghanguskan sebagian besar hotel yang terletak sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram, Mekah itu mengakibatkan 19 jemaah dirawat di sejumlah rumah sakit di Mekah karena luka bakar serius. Dilukiskan, api yang melalap hotel di wilayah Aziziyah itu sangat besar. Penghuni hotel yang berasal dari Turki dan Mesir itu segera diselematkan dan kemudian dipindahkan ke hotel lain. Api segera dipadamkan karena laporan munculnya api segera tiba di kantor pemadam kebakaran kota suci Mekah. >>

“Track” Rasul Menuju Taif

MEKAH — Gubernur Mekah Pangeran Khaled Al-Faisal beberapa hari lalu membuka jalur baru yang diperluas antara Al-Kur dan Hada. Jalur ini adalah jalur yang pernah dipergunakan Rasulullah saat menuju Taif dan dianggap jalur potensial untuk wisata. Perluasan jalur sibuk sepanjang 12 kilometer itu menelan biaya SR 218 juta atau sekitar Rp 601 milayar. Proyek baru termasuk membuat jalur dua arah di atas jembatan lembah Al-Maasal dengan instalasi 15.000 blok beton di sisi jalan dan paving pengaman. Menteri Transportasi Jabara Al-Seraisry, yang memeriksa jalan minggu terakhir, hadir dan memberikan sambutan. Digambarkan bahwa jalur ini merupakan jalan penting di Saudi. Dinas lalu lintas telah membatasi kecepatan di jalan ini dengan hanya 30 kilometer perjam karena berbahaya. >>

Fenomena Adzan

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Dzat Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari. Adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau, dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Begitu fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, sekitar pukul 5:30 waktu setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan Muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan adzan. Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Karenanya, satu jam setelah di Sulawesi, adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula Sumatra. Sebelum adzan berakhir di Indonesia, ia sudah berkumandang di Malaysia. Burma adalah baris berikutnya. Dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. >>